Selasa, 15 November 2011

Bintang itu pun Redup


Dikala sebuah asa tlah memperlihatkan kekuatannya. Bintang yang semula redup tlah kembali bersinar menerangi kegelapan. Apa yang dikatakan indahnya itu seolah-olah ada di depan mata. Harapan demi harapan tlah terlihat jelas bak puzzle yang telah tersusun menemukan tempatnya masing-masing sehingga dapat terlihat keindahannya. Itu begitu nyata batinku. Tapi asa yang semula telah kokoh dan pada akhirnnya sampai pada kerapuhannya. Tak terbendung lagi. Itu hanya harapan. Harapan yang hanya tinggal harapan yang tak berujung, ntah sampai kapan menemukan titik terang yang dinantikan. Indahnya bunga mawar yang berdiri kokoh di atas batang berduri pun akan terbang bersama angin yang menerpanya. Begitu pun asa yang rapuh seiring berjalannya waktu. Aku tersadar. Cahaya itu tak akan datang. Terang itu tak inginkan disini. Aku harus mengerti. Bahwa akan ada bintang lain yang kan menerangi  malam ini.