Minggu, 23 Oktober 2011

Maag

Kali ini saya ingin membahas mengenai peyakit maag. Pasti udah umum kita dengar, barangkali juga umum diderita oleh para anak kos. Jadi kita juga harus tau cara pencegahan dan pengobatan yang benar, supaya ga berlanjut malah makin parah. Sebelumnya kita sebaiknya juga memahami mengapa maag bisa terjadi hingga obat-obat apa aja yang perlu di konsumsi. Mari kita bahas satu-satu disini..

Maag atau didalam istilah kedokterannya adalah gastritis merupakan penyakit yang tidak asing lagi kita dengar. Sehari-hari mungkin kita sudah biasa mendengar orang yang telat makan akan menyebabkan ia sakit maag, namun apa sebenarnya penyebab penyakit ini dan seberapa bahayakah ia terhadap tubuh kita?
Untuk itu mari lah kita pelajari fisiologi lambung terlebih dahulu..


Lambung manusia terdiri dari 4 lapisan seperti yang terlihat pada gambar di atas. Dan lapisan yang paling dalam adalah mukosa. Nah lapisan mukosa ini lah yang nantinya akan menghasilkan mucus (lapian lendir yang melindungi lambung). Suasana didalam lambung ini juga sangat asam (pH 1,2-2) karena adanya asam lambung (HCl) yang berfungsi untuk memecah makanan. Mukosa ini juga akan menghasilkan enzim-enzim yang membantu mencerna makanan secara kimiawi, seperti enzim pepsin yang memecah protein menjadi pepton.

Bagaimana Maag (gastritis) bisa terjadi?
Pada keadaan seimbang, HCl dan enzim pencernaan ini tidak mengganggu lapisan mukosa. Namun pada saat lambung dalam keadaan kosong maka mucus ini yang akan dicerna oleh asam lambung dan enzim, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa yang dapat menimbulkan rasa nyeri. Jika hal ini terjadi terus menerus maka akan terjadi luka pada lapisan mukosa (yang berakibat pada tukak lambung).

Keseimbangan asam lambung ini dapat terganggu akibat dari:
- Makan yang tidak teratur
- Makan atau minum yang merangsang (panas, dingin, dan pedas)
- Obat-obatan (golongan NSAID ex: Asetosal, aspirin, asam mafenamat) --> obat ini menghambat prostaglandin (senyawa kimia yang memproduksi mucus) sehingga mucus berkurang.
- Faktor stress
- Infeksi oleh bakteri Helicobacter pylori


Apa Saja Jenis Obat-Obat Maag ?
1. Antacid 
Antacid bekerja sebagai penetral asam lambung dan bekerja cepat yaitu kurang dari satu jam. Obat golongan ini mengandung logam yang bersifat basa yaitu Al(OH)2 atau Mg(OH)3 atau kombinasi keduanya. Biasanya cukup diberikan 1 jam setelah makan. dan 1 kali sebelum tidur.

2. Antagonis Reseptor H2
Meskipun antacid digunakan untuk menetralkan asam lambung, tapi kerjanya sangat singkat dan perlu diberikan sering kali. Untuk perawatan yang lebih efektif dapat digunakan golongan obat antagonis reseptor H2, seperti cimetidine, ranitidine, nizatidine, dan famotidine. H2 berperan dalam menstimulasi sel-sel untuk memproduksi asam lambung. Antagonis reseptor H2 ini lah yang menghambat produksi H2 agar sel-sel tersebut tidak memproduksi asam. Obat ini baik di konsumsi 30 menit sebelum makan atau juga dapat diminum pada waktu tidur untuk menekan produksi asam waktu malam hari.

3. Penghambat Pompa Proton (PPI)
Obat golongan ini digunakan jika penggunaan antagonis reseptor H2 tidak cukup dalam menghilangkan gejala-gejala gastritis. PPI menghalangi pengeluaran (sekresi) asam kedalam lambung oleh sel-sel yang mengsekresikan asam. Keuntungan dari PPI dibanding antagonis reseptor H2 adalah bahwa PPI menutup produksi asam lebih secara keseluruhan dan untuk periode waktu yang lebih panjang. Obat-obat yang termasuk golongan ini yaitu, omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, pantoprazole, dan esomeprazole.

4. Sukralfat
Obat golongan ini bekerja dengan melapisi dinding lambung dan menutup bagian yang luka pada lambung sehingga dinding lambung terlindung dari asam lambung yang dapat merusak atau memperparah kerusakan lambung. Pada sekali dosis pemberian obat ini dapat berefek selama 6 jam. Karena memiliki cara kerja yang unik, sukralfat dapat digunakan untuk keadaan kerusakan lambung yang tidak dapat di sembuhkan dengan menghambat pengeluaran asam lambung. Sukralfat sebaiknya di konsumsi 1 jam sebelum makan. Penggunaan antacid dalam selang waktu 30 menit sebelum pemberian sukralfat harus di hindari karena dapat sukralfat dapat mencegah absorbsi dari antacid.

Perawatan Maag
Agar maag yang diderita tidak menimbulkan kerusakan lambung yang lebih parah hingga menjadi tukak lambung maka kita harus memperhatikan makan makanan yang dikonsumsi seperti hindari makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung, seperti makanan pedas, makanan yang asam, tinggi serat, zat tepung. Hindari minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung seperti teh kopi, alkohol. Makan secara teratur, minum obat secara teratur, hindari stress fisik dan psikologis. Ketika sedang sakit, makanlah makanan yang lembek yang mudah dicerna dan tidak merangsang asam lambung.

Untuk gejala maag ringan, anda dapat mengkonsumsi antacid terlebih dahulu tentunya sesuai dengan aturan pakai yang dianjurkan, namun jika sakit tetap berlanjut dapat di konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Untuk informasi mengenai obat, hubungi apoteker anda.

keep our stomach !!!

0 komentar:

Posting Komentar